Edukasi
Apa Itu Consent? Memahami Persetujuan dalam Hubungan
10 Juni 2026
2,137 dibaca
Consent atau persetujuan adalah fondasi dari setiap interaksi seksual yang sehat dan etis. Namun sayangnya, konsep ini masih sering disalahpahami, diabaikan, atau bahkan dianggap tidak relevan dalam konteks budaya tertentu.
Definisi Consent yang Sesungguhnya
Consent bukan sekadar tidak ada penolakan. Consent adalah "ya" yang aktif, bebas, sadar, dan bisa ditarik kembali kapan saja. Tidak ada penolakan bukan berarti ada persetujuan.
FRIES: Kerangka Memahami Consent
Para ahli sering menggunakan akronim FRIES untuk menjelaskan elemen consent yang valid:
- Freely given: diberikan tanpa tekanan, paksaan, atau pengaruh alkohol/obat-obatan
- Reversible: bisa ditarik kembali kapan saja, meski di tengah aktivitas
- Informed: semua pihak memahami apa yang mereka setujui
- Enthusiastic: ada antusiasme aktif, bukan sekadar pasif atau diam
- Specific: persetujuan untuk satu aktivitas tidak otomatis berlaku untuk aktivitas lain
Mitos-Mitos tentang Consent
Mitos: "Kalau sudah pernah, berarti selalu setuju." Fakta: Consent harus diberikan setiap kali dan bisa ditarik kapan saja.
Mitos: "Diam berarti setuju." Fakta: Diam bisa berarti ketakutan, kebingungan, atau ketidaknyamanan — bukan persetujuan.
Mitos: "Berpakaian tertentu berarti mengundang." Fakta: Penampilan bukan bentuk consent apapun.
Mengapa Ini Penting?
Pemahaman consent yang benar adalah langkah pertama mencegah kekerasan seksual. Ketika kita mengajarkan consent sejak dini — di rumah, di sekolah, di komunitas — kita membangun budaya saling menghormati.
Kembali ke Blog
Definisi Consent yang Sesungguhnya
Consent bukan sekadar tidak ada penolakan. Consent adalah "ya" yang aktif, bebas, sadar, dan bisa ditarik kembali kapan saja. Tidak ada penolakan bukan berarti ada persetujuan.
FRIES: Kerangka Memahami Consent
Para ahli sering menggunakan akronim FRIES untuk menjelaskan elemen consent yang valid:
- Freely given: diberikan tanpa tekanan, paksaan, atau pengaruh alkohol/obat-obatan
- Reversible: bisa ditarik kembali kapan saja, meski di tengah aktivitas
- Informed: semua pihak memahami apa yang mereka setujui
- Enthusiastic: ada antusiasme aktif, bukan sekadar pasif atau diam
- Specific: persetujuan untuk satu aktivitas tidak otomatis berlaku untuk aktivitas lain
Mitos-Mitos tentang Consent
Mitos: "Kalau sudah pernah, berarti selalu setuju." Fakta: Consent harus diberikan setiap kali dan bisa ditarik kapan saja.
Mitos: "Diam berarti setuju." Fakta: Diam bisa berarti ketakutan, kebingungan, atau ketidaknyamanan — bukan persetujuan.
Mitos: "Berpakaian tertentu berarti mengundang." Fakta: Penampilan bukan bentuk consent apapun.
Mengapa Ini Penting?
Pemahaman consent yang benar adalah langkah pertama mencegah kekerasan seksual. Ketika kita mengajarkan consent sejak dini — di rumah, di sekolah, di komunitas — kita membangun budaya saling menghormati.