Kabar Terkini
Layanan konseling online gratis setiap hari Senin–Jumat pukul 09.00–15.00  ·  Pendampingan hukum gratis bagi korban kekerasan seksual  ·  Hubungi kami: 085235664990  ·  UU TPKS: Pahami hak-hak Anda sebagai korban
Mengenal Tanda-Tanda Kekerasan Psikologis yang Sering Diabaikan
Edukasi

Mengenal Tanda-Tanda Kekerasan Psikologis yang Sering Diabaikan

16 Juni 2026 1,251 dibaca
Kekerasan tidak selalu meninggalkan bekas fisik. Kekerasan psikologis adalah bentuk penyiksaan yang merusak kesehatan mental, harga diri, dan identitas seseorang secara perlahan — dan sering kali tidak disadari oleh korban maupun orang-orang di sekitarnya.

Apa itu Kekerasan Psikologis?

Kekerasan psikologis mencakup perilaku yang dirancang untuk mengendalikan, meremehkan, mengintimidasi, atau mengisolasi seseorang secara emosional. Bentuknya bisa berupa penghinaan verbal, gaslighting, ancaman, pengabaian emosional, hingga kontrol berlebihan atas aktivitas sehari-hari.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Pasangan atau orang terdekat terus-menerus merendahkan dan mengkritik Anda — bahkan di depan orang lain. Mereka membuat Anda merasa tidak berharga, bodoh, atau tidak mampu mengambil keputusan sendiri.

Gaslighting adalah tanda serius lainnya. Anda diyakinkan bahwa ingatan Anda salah, perasaan Anda berlebihan, atau kejadian buruk yang Anda alami "tidak benar-benar terjadi."

Isolasi sosial: pelaku secara perlahan memutus hubungan Anda dengan keluarga dan teman, hingga Anda sepenuhnya bergantung padanya.

Anda selalu merasa berjalan di atas kulit telur — takut salah bicara atau bertindak karena khawatir akan reaksi marah atau dingin yang tidak terduga.

Dampak Jangka Panjang

Tanpa penanganan yang tepat, kekerasan psikologis dapat menyebabkan gangguan kecemasan kronis, depresi, PTSD, bahkan keinginan menyakiti diri sendiri. Korban sering kali memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kepercayaan dirinya.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Jika Anda mengenali tanda-tanda ini dalam hubungan Anda, jangkau seseorang yang Anda percaya. Berbicara dengan konselor profesional atau menghubungi layanan pengaduan seperti Hotline 129 adalah langkah awal yang penting. Anda tidak harus menghadapinya sendirian.
Bagikan:
Kembali ke Blog