Statistik
Layanan Hotline 129 Catat Lonjakan Laporan Kekerasan Berbasis Gender
Senin, 15 Juni 2026
Super Admin
Sepanjang semester pertama tahun 2026, layanan Hotline Nasional 129 yang dikelola Kementerian PPPA mencatat lonjakan signifikan sebesar 34% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini dinilai positif sebagai indikator meningkatnya keberanian korban untuk melapor.
Data menunjukkan bahwa mayoritas pelapor (68%) menggunakan saluran digital berupa WhatsApp dan formulir online, sementara 32% masih menggunakan telepon konvensional. Kekerasan psikis menempati urutan pertama laporan (42%), diikuti kekerasan fisik (31%), dan kekerasan seksual (27%).
"Meningkatnya laporan adalah tanda bahwa masyarakat mulai percaya pada sistem. Namun ini juga berarti kita perlu memperkuat kapasitas layanan," jelas Kepala Bidang Penanganan Kekerasan SIMFONI PPA.
Pihaknya juga mencatat bahwa 73% pelapor adalah perempuan berusia 18–35 tahun, dengan pelaku mayoritas dari lingkungan terdekat korban. Rumah Aman bagi Perempuan terus mengimbau agar masyarakat tidak ragu melapor karena kerahasiaan identitas terjamin sepenuhnya.
Kembali ke Kabar
Data menunjukkan bahwa mayoritas pelapor (68%) menggunakan saluran digital berupa WhatsApp dan formulir online, sementara 32% masih menggunakan telepon konvensional. Kekerasan psikis menempati urutan pertama laporan (42%), diikuti kekerasan fisik (31%), dan kekerasan seksual (27%).
"Meningkatnya laporan adalah tanda bahwa masyarakat mulai percaya pada sistem. Namun ini juga berarti kita perlu memperkuat kapasitas layanan," jelas Kepala Bidang Penanganan Kekerasan SIMFONI PPA.
Pihaknya juga mencatat bahwa 73% pelapor adalah perempuan berusia 18–35 tahun, dengan pelaku mayoritas dari lingkungan terdekat korban. Rumah Aman bagi Perempuan terus mengimbau agar masyarakat tidak ragu melapor karena kerahasiaan identitas terjamin sepenuhnya.