Kampanye
#PercayaKorban
Kampanye #PercayaKorban menekankan pentingnya respons awal yang tepat ketika seseorang mengungkapkan pengalaman kekerasan seksual. Momen pertama korban bercerita adalah momen yang sangat rentan — reaksi kita bisa menentukan apakah mereka akan mencari bantuan lebih lanjut atau menutup diri selamanya.
Mengapa "Percaya" Itu Penting?
Statistik menunjukkan bahwa laporan palsu kekerasan seksual sangat jarang — hanya 2-8% dari seluruh laporan. Artinya, ketika seseorang bercerita tentang kekerasan yang dialaminya, kemungkinan besar itu adalah kebenaran. Meragukan cerita korban bukan sikap netral — itu adalah sikap yang berpihak pada pelaku.
Ketika korban tidak dipercaya, dampaknya sangat destruktif: trauma bertambah, kepercayaan diri hancur, dan mereka kehilangan harapan pada keadilan. Banyak korban yang akhirnya menarik laporan atau tidak pernah melapor sama sekali karena pengalaman tidak dipercaya.
Cara Merespons dengan Tepat
Ketika seseorang menceritakan pengalaman kekerasan seksualnya kepada Anda, ucapkan: "Aku percaya kamu." dan "Ini bukan salahmu." Dengarkan tanpa menghakimi, tanpa memotong, tanpa bertanya detail yang tidak perlu. Tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu. Jangan ambil alih keputusan — beri korban kendali atas langkah selanjutnya. Dan jaga kerahasiaan cerita mereka.
Untuk Profesional
Bagi aparat hukum, tenaga kesehatan, dan pendidik: cara Anda merespons laporan pertama sangat menentukan. Pelatihan trauma-informed care bukan sekadar prosedur — ini adalah keharusan etis.
Kembali ke Kampanye
Mengapa "Percaya" Itu Penting?
Statistik menunjukkan bahwa laporan palsu kekerasan seksual sangat jarang — hanya 2-8% dari seluruh laporan. Artinya, ketika seseorang bercerita tentang kekerasan yang dialaminya, kemungkinan besar itu adalah kebenaran. Meragukan cerita korban bukan sikap netral — itu adalah sikap yang berpihak pada pelaku.
Ketika korban tidak dipercaya, dampaknya sangat destruktif: trauma bertambah, kepercayaan diri hancur, dan mereka kehilangan harapan pada keadilan. Banyak korban yang akhirnya menarik laporan atau tidak pernah melapor sama sekali karena pengalaman tidak dipercaya.
Cara Merespons dengan Tepat
Ketika seseorang menceritakan pengalaman kekerasan seksualnya kepada Anda, ucapkan: "Aku percaya kamu." dan "Ini bukan salahmu." Dengarkan tanpa menghakimi, tanpa memotong, tanpa bertanya detail yang tidak perlu. Tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu. Jangan ambil alih keputusan — beri korban kendali atas langkah selanjutnya. Dan jaga kerahasiaan cerita mereka.
Untuk Profesional
Bagi aparat hukum, tenaga kesehatan, dan pendidik: cara Anda merespons laporan pertama sangat menentukan. Pelatihan trauma-informed care bukan sekadar prosedur — ini adalah keharusan etis.